KOMISIONER

  • H. Abdullah, S. Pd (alm.)

abdullah1Lahir di Malang pada tanggal 1 September 1964, semenjak kuliah telah aktif dalam penguatan dan pemberdayaan masyarakat, diawali dari aktivitasnya sebagai pengajar dan pengurus pada Yayasan Pondok Pesantren Darul-Ulum Kabupaten Kubu Raya, kemudian pada tahun 1988 sd 1992 sebagai coordinator Forum LSM Kalimantan Barat, tahun 1990 sd 1996 sebagai Community Organizer (CO) dari Yayasan Sekretariat Bina Desa (SBD) Jakarta dan kemudian menjadi Pengurus pada Yayasan tersebut dari tahun 1998 sd 2008. Komitmennya pada isu-isu pemberdayaan masyarakat, demokratisasi, hak asasi manusia, perdamaian, dan keadilan membuat yang bersangkutan bersama dengan para pegiat lainnya terlibat dalam organisasi non pemerintah, diantaranya adalah Perkumpulan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBH-HAM) Kalbar, Lembaga Pengkajian dan Studi Arus Informasi Regional (LPS AIR), Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Kubu Raya dan menjadi tim mediator Tim Pencari fakta dari MAD Kalbar dengan IKBM Kalbar pada kasus kekerasan social tahun 1996, mediator pada kasus kerusuhan tahun 1998 (penjarahan dan anti penjarahan), Koordinator SC koalisi LSM peduli Kalbar pada kasus kekerasan social tahun 1999.
Menjadi koordinator Propinsi Kalimantan Barat pada kajian pasca krisis ekonomi dan moneter, yang dilaksanakan pada tahun 1999 oleh Koalisi masyarakat Sipil di seluruh Indonesia, yang menyimpulkan bahwa krisis terjadi karena pelibatan dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan sangat minim, dan berdasarkan kesimpulan tersebut bersama dengan para aktivis lain di Indoensia pada tahun 2000 membentuk perkumpulan “JARI INDONESIA”, sebuah organisasi masyarakat sipil yang mendorong transparansi pembangunan dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Dalam perkumpulan tersebut yang bersangkutan dari tahun 2006 sd 2012 menjadi Ketua Majelis Anggota.
Di bidang profesi disamping sebagai seorang wirausaha, yang bersangkutan pernah menjadi konsultan PHBK di Bank Indonesia Pontianak (1997 – 1999), Koordinator Kalbar Program Pemulihan Keberdayaan Masyarakat (2000 – 2003), Tim Fasilitator Nasional Kajian Kemiskinan Struktural (KIKIS) Jakarta (2003 – 2009), Konsultan/STTA pendidikan program Kinerja – USAID di Kabupaten Melawi, Sambas, Bengkayang, Sekadau, dan Kota Singkawang (2012 – 2014).

(H. Abdullah S, SPd meninggal dunia pada tanggal 1 Juni 2015)

  • Chatarina Pancer Istiyani, S. S, M. Hum

chatarina1 Lahir di Sleman pada tanggal 23 Maret 1973. Selepas sarjana, dengan beasiswa dari URGE (University Research and Graduate Education), ia melanjutkan pendidikannya di Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Untuk riset tesisnya, ia didukung beasiswa Toyota Foundation, Jepang. Sementara untuk mempublikasikan tesisnya berupa buku berjudul Tubuh dan Bahasa yang dipilih sebagai buku bermutu oleh Program Pustaka, Yayasan Adikarya Ikapi didukung sokongan dari Ford Foundation. Lulus Magister Humaniora pada tahun 2001.
Selain buku hasil penelitian tesisnya tersebut, kecintaannya sebagai peneliti tercerminkan dari buku yang ditulis Mozaik Dayak: Keragaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimatan Barat (bersama dua peneliti yang lainnya), Memahami Peta Keragaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat, Senator di Batas Republik (ketua tim peneliti), Pencitraan Adat Menyikapi Globalisasi (penyumbang artikel), dan Profil Perlindungan Perempuan Kalimantan Barat. Jurnal-jurnal ilmiah juga disasarnya, antara lain Humaniora (UGM) dan Srinthil (Desantara). Karya lain baik pribadi maupun hasil kerja tim antara lain Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kapuas Terpadu 2011 dan berbagai artikel di koran lokal, policy brief, maupun makalah seminar lokal dan nasional.
Yang bersangkutan pernah menjadi peneliti di Pusat Studi Asia Pasifik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan hingga kini menjadi mitra peneliti. Selain itu, juga pernah menjadi peneliti di Institut Dayakologi, Perkumpulan PENA Kalimantan Barat, dan peneliti lepas pada berbagai lembaga.

  • Hawad Sriyanto, SH

hawad1Lahir di Sengkuang (Ketapang), 49 tahun lalu. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak ini, mengawali karirnya sebagai karyawan Notaris dan PPAT. Kemudian, menghabiskan sepertiga dari usianya sebagai pegiat hak asasi manusia, lingkungan, budaya, pengorganisasian dan pendidikan rakyat di beberapa ORNOP dan menjadi anggota jaringan program Komunikasi Kerakyatan Asia Tenggara (The South East Asia Popular Communications Programme) di Kuala Lumpur. Berbagai training pernah diikutinya, baik dalam maupun di luar negeri. Ayah tiga anak ini pernah mengikuti Advanced Leadership Haggai Institute (1995), Produksi Program Video Dasar (1996), Advocacy Training, Philippine (1997), Jurnalistik Lingkungan (1998), ASPBAE Regional Methodelogy Exchange & Advocacy Training Workshop for Indegenous Educaters-Kuala Lumpur (1999), JaringNet Fasilitator (1999), TOT on Ecosoc and Cultural Right for Community Organising, Genting Highlands-Kuala Lumpur (2002), Jurnalisme Damai Asia Region (2003), Building Resources in Democracy, Governance and Elections (2009).

Bergulirnya reformasi yang menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi sesuai hak asasi manusia, bungsu dari dua bersaudara ini ditetapkan sebagai komisioner KPI Kalbar. Periode awal (2004-2005) dipilih sebagai Penjab Legalitas dan Perizinan, periode akhir (2006-2007) ditetapkan sebagai Wakil Ketua. Kemudian pada 2008-2009 aktif sebagai anggota Panitia Pengawas Pemilu (Pileg/Pilpres) Provinsi Kalbar ditetapkan sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penegakan Hukum, dan pada tahun 2012 terpilih kembali menjadi Pengawas Pemilukada Gubernur Kalbar 2012 dan ditetapkan sebagai Ketua.

Selama 2010-2014 disela-sela kesibukannya, ia mempertajam penulisan peace jurnalisme sebagai wartawan harian Borneo Tribune. Artikel pernah dimuat : (Kompas) Konvensi ILO 169, Sarana Hukum Lindungi Hak Rakyat, Mengenang Paulo Freire Tokoh Pendidik Multikultural, Rumah Panjang Sahabat Lingkungan; (Pontianak Post) Menggagas Community Broadcasting, Gelombang Suara Rakyat, Pemilu dan Lembaga Penyiaran, Urgensinya Desentralisasi Penyelenggaraan Penyiaran Daerah; (Kalimantan Review) Manajemen Konflik Rumpun Bambu; (Newsletter KPI) Carut Marut Frekuensi di Wilayah Kawasan Perbatasan Kalbar; (Penyunting Video Dokumenter) : Anakku Minum Merkuri, Tumbal Kabut Asap, Illegal Logging (Pagar Roboh). Kini, resminya sebagai Koordinator Bidang (Korbid) Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) Komisi Informasi Provinsi Kalbar. Ia tinggal di kota Pontianak dan dapat dihubungi di e-mail : hawadawah@gmail.com

  • Sy. Muhammad Herry, M. Hum 

sy herry1Jurnalis kelahiran Pontianak ini memulai karir Persnya di LKBN Antara Jakarta. Dua tahun setelah itu, karena ’desakan keluarga’, pulang kampung ke Pontianak setelah mendapat tawaran koresponden Media Indonesia untuk wilayah liputan Kalbar. Seiring dengan perkembangan koran lokal pasca reformasi, pria yang hobi berenang ini bergabung dengan salah satu koran lokal ’Jawa Pos Group’ yang bernama ’EQUATOR’, sekarang bernama “Rakyat Kalbar”.
Di Pontianak, disamping berprofesi sebagai jurnalis, mantan Wakil Ketua Persatuan Mahasiswa Perantau Se Jawa (KPMPKB) ini, dulunya terlibat aktif dalam beberapa organisasi seperti Senat Mahasiswa, KNPI, Organisasi Profesi Pers dan LSM. Terakhir ia bersama rekan-rekannya mendirikan LSM bernama MADANIKA.
Saat bekerja di EQUATOR, pada 2004, alumni Magister Hukum Universitas Tanjungpura ini diusulkan teman-temannya ikut fit and profer test KPID Kalbar dan lulus. Sejak itu, sebagai komitmennya, ia mundur (non aktif) di Harian EQUATOR dan berkonsentrasi di KPID Kalbar. Sebagai sosok yang konsen di jalur pers, pada pemilihan periode kedua (2007-2010), ia terpilih kembali. Tugas sebagi komisioner berlanjut dengan terpilih sebagai Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat periode 2015-2019. Sebelumnya dia bekerja pada Program Kinerja USAID di Kalbar sebagai STTA Media.

  • Abang Amirullah

abeng‘Abeng’, demikian dia biasa dipanggil lahir di Sambas. Aktif diberbagai kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di perdesaan dan wilayah perbatasan. Bergabung sebagai fasilitator di Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari tahun 2005 – 2011 dengan posisi terakhir sebagai Konsultan Manajemen Teknik Kabupaten di Sekadau, Bengkayang dan Sanggau. Selepas dari PNPM, dengan latar belakang pendidikan Teknik Sipil dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Abeng menggagas program Kampung Energi yaitu memanfaatkan sumberdaya alam berupa air terjun dan sinar matahari untuk memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat desa terpencil secara swadaya, sekaligus melestarikan hutan. Program ini sendiri mendapat penghargaan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada September 2014.
Strategi intervensi yang dilakukan selama kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat adalah melakukan penguatan kelembagaan terhadap pembangunan manusia, keberpihakan pada perempuan, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kegiatan kemasyarakatan di komunitas sosialnya.

  • Rospita Vici Paulyn, ST

vcLahir di Jayapura pada tanggal 11 Juni 1974. Setelah menyelesaikan pendidikan S-1 di Pontianak, ia hijrah ke Jakarta dan bekerja sebagai tenaga pengajar/Dosen di Lembaga Manajemen Sukabumi 4, sukabumi tahun 1998 – 2000; Kemudian pada tahun 2000 – 2001 bekerja di PT. Supra Securinvest (Member of Jakarta Stock Exchange) Jakarta; dan tahun 2002 – 2003 bergabung di Unit Pengelolaan Kompleks Wilayah Barat II – Sunrise Garden, Yayasan Pendidikan BPK Penabur Jakarta. Akhir tahun 2003 yang bersangkutan kembali ke Pontianak dan mendirikan perusahaan Konsultan Teknik yang bergerak dalam bidang layanan jasa konstruksi meliputi desain, manajemen, perencanaan dan pengawasan dengan posisi sebagai Direktur di CV. Prima Karya Khatulistiwa.

Semasa kuliah, lulusan Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Pontianak ini terlibat aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan seperti Senat Mahasiswa Fakultas Teknik, Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik, Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Tanjungpura, dan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Seluruh Indonesia.

Selanjutnya ia juga terlibat aktif di berbagai organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan, antara lain: sebagai Ketua Umum Forum Sarjana Perempuan (FORSSAP) Kalimantan Barat, sebagai Ketua I di Ikatan Alumni Fakultas Teknik (IAFT) Univ. Tanjungpura, Wakil Sekretaris Bidang Kemasyarakatan di Komisariat Daerah Pemuda Katolik (PK) Kalimantan Barat, Wakil Ketua di DPD Barisan Indonesia (BARINDO) Kalimantan Barat, Wakil Ketua VI di DPD Laskar Merah Putih (LMP) Prov. Kalimantan Barat, di Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Kalimantan Barat dan sebagai Wakil Sekretaris di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalbar.

Pada akhir tahun 2015 yang bersangkutan telah mengundurkan diri (non aktif) dari perusahaan jasa konstruksi yang dipimpinnya maupun dari jabatannya di berbagai organisasi yang diikuti sebagai komitmen saat menjadi Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Barat.

(Rospita Vici Paulyn, ST  dikukuhkan pada tanggal 26 Februari 2016 sebagai komisioner pengganti antar waktu mengganti  H. Abdullah S, SPd yang berhalangan tetap).

Iklan

One thought on “KOMISIONER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s